+62 812 2561 6020 prozisibas@gmail.com

Mengandalkan Kiriman yang Tak Pasti, Laila Tetap Sekolah

Laila Nur Azizah, Potret seorang anak yatim sejak ayahnya meninggal dunia 3 tahun yang lalu. Meninggal nya ayah Laila karena sakit. Ayah dari Laila pernah menikah 2x. Ibu kandung dari Laila sampai saat ini bekerja di luar negeri sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) di negara Taiwan, lalu Ibu tirinya pun juga bekerja sebagai TKW di Hongkong . Sehingga Laila di titipkan dan rawat sejak berumur 7bulan sama Simbah atau kakek neneknya.
Yang membuat miris ternyata Ibu tirinya sampai saat ini pun sudah lepas tangan dari keluarga ini. Ia tidak lagi peduli dengan Laila. Namun Alhamdulillah ibu kandung dari Laila sendiri masih mau peduli dan membiayai kebutuhan Laila dan keluarga (simbahnya Laila). Walaupun sudah lama juga ibu kandungnya Laila tidak mengirimkan uang untuk biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Simbah dari Laila pun tidak bisa bekerja, mereka saat ini hanya fokus untuk mengurus, merawat, dan membesarkan cucunya tersebut. Laila punya saudara tiri (kakak) bernama Yoga Pratama yang saat ini ikut dengan ibu kandungnya (ibu tiri dari Laila). Yang saat ini ikut bersama Pamannya di daerah Wonogiri dan sekarang bersekolah di sana kelas 2 SMP. Pratama awalnya menginginkan dan sempat tinggal dan sekolah di Klaten bersama Laila dan simbahnya namun ibunya tidak mengijinkan dan diminta ikut pamannya saja untuk tinggal dan sekolah di wonogiri. Padahal pratama lebih krasan atau nyaman kalau sekolah dan tinggal bersama Laila dan kakek neneknya di Klaten .

Simbah (kakek nenek) dari laila untuk membiayai kebutuhan sekolah cucu ya seadanya, karena hanya mengandalkan biaya yang dikirim dari ibu kandung Laila yang belum tentu kirim atau tidak, dan akhirnya Laila sempat mendapatkan bantuan/santunan anak yatim dari berbagai lembaga. Laila pernah 2x mendapatkan santunan anak yatim yaitu dari kecamatan Trucuk dan GNB (Guru Ngaji Berdaya). Oleh karena itu apabila mendapatkan santunan berupa uang, santunan tersebut dipakai buat membeli peralatan sekolah dan mencukupi kebutuhan biaya lainnya. saat ini pun Laila sudah masuk di daftar KK bersama Kakek neneknya, hal untuk mempermudah bila ada pendataan karena Simbahnya sudah menganggap Laila sebagai anaknya sendiri yang dirawat, di sekolahkan dan di besarkan sejak Laila masih berumur 7 bulan.

Laila kini sudah berumur 11 tahun, dalam hal riwayat kesehatan bagus. Kemudian dalam hal prestasi akademik pun baik, dalam segi agama atau spiritualnya juga bagus karena di didik oleh Simbahnya yang juga Alhamdulillah spiritual Agama nya juga bagus, Laila walaupun ditinggal oleh ibunya sejak umur 7 bulan namun ia tetap berusaha menjadi pribadi yang baik, dia juga aktif mengikuti kegiatan mengaji di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang berada di masjid sekitar tempat tinggalnya.

Laila dan Simbah atau kakek neneknya sangat senang atas kedatangan MR Prozis dan mengucapkan banyak terimakasih terhadap Prozis Ibnu Abbas yang mau berbagi kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *